Muhammad Syamsudin Tabris Kebungsuan I (Pangeran Handayaningrat) - Gwezenn klok
Eus Rodovid BR
Den:26351
Ezhomm en deus hor servijer eus kalz loazioù evit diskwel gwezennoù bras. Setu perak ne c'hall gwelout an arvererien dizanv nemet 7 remziad diagentidi ha 7 remziad diskennidi en ur wezenn. Ma vennit gwelout ul lignez a-bezh hep enskrivadur, ouzhpennit an testenn ?showfulltree=yes e dibenn chomlec'h URL ar bajenn-mañ. Mar plij, ne lakait e neblec'h all ebet ul liamm eeun ouzh ur wezenn a-bezh.
Ar wezenn-mañ a vod: 80 tiegezh evit 401 a dud eus 58 lignez. 282 eus an dud-man az a d'ober ar strollad kreiz (diagentidi – den pennañ – diskennidi). Kuzhet eo 14 tiegezh gant 8 a dud.
1
1
2
2
3
3
4
4
5
♀ 3. Putri Chandana. m. Sultan Malik uz-Zahir Shams Ud-dunia wa Ud-din Muhammad Ibni al-Marhum Sultan Malik us-Saleh, Raja of Samudra-Pasai
5
Tud-kozh
♂ 2. Sultan Muhammad Tahir Ibni al-Marhum Sultan Mahmud, Raja of Ligor. Alleged Ancestor of the Elder Line Rulers of Patani, who Died out in 1651.
♀ 3. Siti Zubaida, Tuan Devi Nareswari [Putri Sa'adung Ii]. m. Sultan Zainal Abidin Shah, Raja of Champa
Tud-kozh
Kerent
♀ Amira Fathimah Binti Amir Husain
ganedigezh: Menikah Tahun 1295 M
eured: ♂ Syaikh Jumadil Kubro Syarif Makdhum Jamaluddin Akbar (Al Husaini)
eured: ♂ Syaikh Jumadil Kubro Syarif Makdhum Jamaluddin Akbar (Al Husaini)
♂ 2. Raja Kemas Jiwa Sang Ajit Jaya ning-Rat, who Succeeded as Sultan Iskandar Shah Ibni al-Marhum Sultan Baki Shah
Kerent
== 8 ==
♂ 1. Shaikh Syarief Maulana Maliq Ibrahim
ganedigezh: 1297, Samarqand, Uzbekistan
kouzoumenn: Datang Ke Jawa tahun 1404
enbroerezh: WISATA ZIARAH KE SYEKH MAULANA MAGHRIBI PARANGTRITIS
eured:
eured: ♀ 4.3.1.2. Dewi Rasa Wulan
marvidigezh: 1419, Desa Gapurosukolilo-Kota Gresik-Jawa Timur
kouzoumenn: Datang Ke Jawa tahun 1404
enbroerezh: WISATA ZIARAH KE SYEKH MAULANA MAGHRIBI PARANGTRITIS
eured:
eured: ♀ 4.3.1.2. Dewi Rasa Wulan
marvidigezh: 1419, Desa Gapurosukolilo-Kota Gresik-Jawa Timur
♂ 16. Syaikh Syarief Zainal Alam Barkat / Muhammad Berkat Nurul Alam
ganedigezh: 1406, Johor, Malaysia
♂ 7. Maulana Muhammad 'Ali Akbar (lahir di Nasarabad, Tahun 1312 M),
ganedigezh: 1312, Naserabad, Delhi, India
♂ 4. Sunan Kramasari As-Samarqandiy (Sayyid Sembahan Dewa Agung)
ganedigezh: 1305, Samarkand, Uzbekistan
♂ 8. Maulana Muhammad Al-Baqir (Syekh Subaqir, Lahir di Nasarabad India, Tahun 1314 M)
ganedigezh: 1314, Nasarabad India
♂ 18. Syarif Hasan Jumadil Kubra (1)
ganedigezh: 1413, Wajo, Sulawesi Selatan
titl: 1453, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Gowa, bertepatan dengan wafatnya Sayyid Husain Jamaluddin Jumadil Kubra
marvidigezh: 1591, Wajo, Sulawesi Selatan
titl: 1453, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Gowa, bertepatan dengan wafatnya Sayyid Husain Jamaluddin Jumadil Kubra
marvidigezh: 1591, Wajo, Sulawesi Selatan
♂ 13. Ibrahim Zainuddin Asghar Champa Yang Bergelar Sultan Zainal Abidin II Diraja Champa
ganedigezh: 1357, Champa
== 8 ==
Bugale
Bugale
Bugale-vihan
♀ Raden Rara Wuragil / R Ajeng Sukartijah
ganedigezh: welajar inkang kaaturaken Peloro-loro Pajang / Sultan Pajang
eured: ♂ Kanjeng Sultan Hadiwijaya / Sultan Hadiwijoyo (Mas Karebet)
eured: ♂ Kanjeng Sultan Hadiwijaya / Sultan Hadiwijoyo (Mas Karebet)
eured: ♂ Kanjeng Sultan Hadiwijaya / Sultan Hadiwijoyo (Mas Karebet)
eured: ♂ Kanjeng Sultan Hadiwijaya / Sultan Hadiwijoyo (Mas Karebet)
Bugale-vihan
11
♂ Arya Pangiri ? (Sultan Ngawantipura)
eured: ♀ Ratu Pembayun
eured: ♀ Ratu Pembayun
titl: 1583 - 1586, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Ngawantipura
eured: ♀ Ratu Pembayun
titl: 1583 - 1586, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Ngawantipura
♂ Ki Juru Martani / Adipati Mandaraka (Mondoroko I)
ganedigezh: Versi 1 : http://www.jatiningjati.com/2009/08/akan-banyak-orang-yang-tidak-percaya.html
Versi 2 : http://kincho-ngerang.blogspot.com/
Versi 3 : http://kiagengmandaraka.blogspot.com/2011/06/saya-pengagum-beliau.html
eured: ♀ Ratu Mas Banten
titl: 1601 - 1613, Mataram, Patih Kesultanan Mataram
marvidigezh: 1615
eured: ♀ Ratu Mas Banten
titl: 1601 - 1613, Mataram, Patih Kesultanan Mataram
marvidigezh: 1615
11
12
♂ 8. Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati / Raden Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak)
eured: ♀ Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi
eured: ♀ Ratu Tulungayu
eured:
titl: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
marvidigezh: 1613
titl: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak"
eured: ♀ Ratu Tulungayu
eured:
titl: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
marvidigezh: 1613
titl: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak"
♂ Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
ganedigezh: Di Desa Brondong – Sedayu Lawas, atau Paciran Lamongan tepi laut utara Jawa.
Kiyahi Ageng Brondong memiliki keturunan Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I, Bupati Sidoarjo yang pertama, diambil dari silsilah pangeran Lanang Dangiran Kyai Ageng Brondong kang sumareh ing pesarehan sentono Botoputih Surabaya.
Pangeran Lanang Dangiran Kiyahi Ageng Brondong.
Kang Sumareh Ing Pesarehan “Sentono Boto Putih” Surabaya
Riwayat Hidup Kiyahi Ageng Brondong Botoputih Suroboyo.
Konon dituturkan Pangeran Kedawung, disebut juga Sunan Tawangalun adalah raja di Blambangan atau dikatakan juga Bilumbangan. Beliau mempunyai 5 orang anak dan diantaranya ialah pangeran Lanang Dangiran. Diceritakan bahwa Lanang Dangiran pada usia 18 tahun bertapa dilauy dan menghanyutkan dirinya diatas sebuah papan kayu sebuah beronjong (alat penangkap ikan), tanpa makan atau minum, arus air laut dan gelombang membawa Lanang Dangiran hingga dilaut jawa dan akhirnya suatu taufan dan gelombang besar melemparkan Lanang Dangiran dengan beronjongnya dalam keadaan tidak sadar, disebabkan karena berbulan-bulan tidak makan dan minum, dipantai dekat Sedayu.
Seluruh badannya telah dilekati oleh karang, keong serta karang-karang (remis) sehingga badan manusia itu seolah-olah ditempeli dengan bakaran jagung yang disebut dengan bahasa jawa “Brondong” Badan Pangeran Lanang Dangiran diketemukan oleh seorang kiyahi yang bernama Kiyahi Kendil Wesi. Pangeran Lanang Dangiran dirawat oleh Kiyahi Kendil Wesi serta istrinya dengan penuh kasih sehingga sadar kembali dan akhirnya menjadi sehat seperti sediakala.
Pangeran Lanang Dangiran menceritakan asal-usulnya kepada Kiyahi Kendil Wesi. Setelah Kiyahi Kendil Wesi mendapat keterangan tentang asal usulnya Pangeran Lanang Dangiran, maka diceritakan oleh Kiyahi tadi bahwa ia juga asal keturunan dan raja-raja di Blambangan yang bernama Menak Soemandi dimana beliau masih satu keturunan dengan Lanang Dangiran.
Lanang Dangiran tinggal dan kumpul dengan Kiyahi Kendil Wesi, dan dianggap sebagai anaknya kiyahi sendiri. Pangeran Lanang Dangiran memeluk agama Islam, karena rajin dan keteguhan imannya serta keluhuran budinya serta kesucian hatinya, maka tidak lama pula ia dapat tampil kemuka sebagai guru Agama Islam, Pangeran Lanang Dangiran berisitrikan putrid dan Ki Bimotjili dan Panembahan di Cirebon yang asal usulnya dituliskan sebagai berikut :
Pangeran Kebumen Bupati Semarang, berisitrikan putrid dan Sultan Bojong, bernama Prabu Widjaja (Djoko Tingkir). Ki Bomotjili adalah salah satu seorang putra dan Pangeran Kebumen tersebut diatas, seorang putri dan Ki Bimotjilimi bersuamikan Pangeran Lanang Dangiran alias Kiyahi Brondong (dimakamkan di Boto Putih).
Nama Brondong diperoleh karena ia diketemukan oleh Kiyahi Kendil Wesi badannya dilekati dengan “Brondong” Kiyahi Kendil Wesi yang waspada dan mengetahui nasib seseorang, mengatakan kepada Lanang Dangiran yang sudah mendapat sebutan Kiyahi Brondong dan masyarakat sekitar tempat Kiyahi Kendil Wesi, supaya pergi ke Ampel Dento Suroboyo, dan meluaskan ajaran Agama Islam, karena di Surabaya Kiyahi Brondong kelak akan mendapat kebahagiaan serta turun temurunnya kelak akan timbul dan tambah menjadi orang-orang yang mulya.
Kemudian Kiyahi Brondong dengan istrinya dan beberapa anaknya yang masih kecil pergi ke Surabaya dan pada Tahun 1595 menetap diseberang timur kali Pegiri’an, dekat Ampel ialah Dukuh Boto Putih (Batu Putih) ditempat baru inilah Kiyahi Brondong mendapatkan martabat yang tinggi dan masyarakat, karena keluhuran budinya Kiyahi Brondong (pangeran Lanang Dangiran) wafat pada tahun 1638 dalam usia + 70 tahun dan meninggalkan 7 orang anak, diantaranya 2 orang laki-laki yaitu : Honggodjoyo dan Honggowongso.
Bupati Sidoarjo yang pertama adalah keturunan dan Honggodjoyo, Kiyahi Ageng Brondong (Pangeran Lanang Dangiran) dikebumikan ditempat kediamannya sendiri di Botoputih Surabaya makamnya dimulyakan oleh putra-putranya dan selanjutnya dihormati oleh turun-turunnya hingga kini. Semoga arwah beliau diterima Allah Swt, dan Allah Swt juga memberikan kepada seluruh keturunannya Kiyahi Ageng Brondong kemulyaan, kesehatan dan kesejahteraan sebagaimana beliau senantiasa mendoakan cucu cicitnya selama hidupnya.
Ada hal penting yang anda ketahui bahwa bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sidoarjo, pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta rombongan merupakan agenda rutin berkunjung ke :
Pesarean Asri ing Pendem untuk nyekar ke makam Bupati pertama Sidoarjo Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I wafat tahun 1863
Ke Pesarehan keluarga Tjondronegoro (belakang masjid Djamik/ Agung Sidoarjo) nyekar Raden Adipati Aryo Panji Tjondronegoro I wafat tahun 1906
Langsung menuju Pesarehan Boto Putih Surabaya ke makam Raden Tumenggung Adipati Aryo Tjondronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono).
titl: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
eured: ♀ Nyai Ageng Brondong
marvidigezh: 1638
titl: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
eured: ♀ Nyai Ageng Brondong
marvidigezh: 1638
12
13
♂ 4. Pangeran Arya Martapura / Adipati Martopuro (Raden Mas Wuryah)
ganedigezh: 1605, Kotagede
marvidigezh: 1688, Magelang
marvidigezh: 1688, Magelang
♀ Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
eured: ♂ 1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
marvidigezh: 1653, Putri Panembahan Ratu (Sultan Cirebon Ke 4 setelah Sunan Gunung Jati)
marvidigezh: 1653, Putri Panembahan Ratu (Sultan Cirebon Ke 4 setelah Sunan Gunung Jati)
♂ Pangeran Pekik
eured: ♀ Ratu Pandansari / Ratu Mas Sekar
marvidigezh: 21 C'hwevrer 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Makam Banyusumurup, Imogiri
marvidigezh: 21 C'hwevrer 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Makam Banyusumurup, Imogiri
♂ Pangeran Cakraningrat I (Raden Praseno)
eured: ♀ Ratu Ibu (Syarifah Ambami)
eured: ♀ 6. Kanjeng Ratu Mas Sekar
titl: 1624 - 1648, Pangeran Cakraningrat I
eured: ♀ 6. Kanjeng Ratu Mas Sekar
titl: 1624 - 1648, Pangeran Cakraningrat I
13
14
♀ 4. Ratu Kulon I / Raden Apun Pananjung
ganedigezh: Kanjeng Ratu Kulon I (Cicit Raja Pajajaran terakhir, Prabu Suryakencana)
ganedigezh: 1621c
ganedigezh: 1621c
♂ Han Bwee Koe / Han Bwee Kong
ganedigezh: Level 2 = Cucu dari Han Siong Kong; Atau putera ke 4 dari Han Liong Kong
micher: Kapten China, berkedudukan di Surabaya; Memeluk Agama Islam; Terkenal kaya raya.
eured: ♀ Nyai Ajeng Kinjeng
micher: Kapten China, berkedudukan di Surabaya; Memeluk Agama Islam; Terkenal kaya raya.
eured: ♀ Nyai Ajeng Kinjeng
♂ Pangeran Pekik / Pangeran Anom
micher: 1625, Surabaya, 1. Menjadi Pemimpin Ulama Ampel : 1625 - 1630
2. Bupati Pasuruan ( dibawah Pemerintahan Mataram :
2. Menjadi Bupati Surabaya II ( dibawah Pemerintahan Mataram ) : 1630 - 1663
eured: ♀ Ratu Pandansari , Mataram
marvidigezh: 1663, Mataram, Dihukum mati oleh Sunan Amangkurat I karena permasalahan calon selir Raja . Dikebumikan di Pasarean Banyusumurup, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
eured: ♀ Ratu Pandansari , Mataram
marvidigezh: 1663, Mataram, Dihukum mati oleh Sunan Amangkurat I karena permasalahan calon selir Raja . Dikebumikan di Pasarean Banyusumurup, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
14
15
♀ 1. Ratu Mas Blitar / Ratu Pakubuwono
eured: ♂ 2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
titl: 1703 - 1704, Bupati Madiun Ke 10
marvidigezh: 5 Genver 1732, Kertasura
titl: 1703 - 1704, Bupati Madiun Ke 10
marvidigezh: 5 Genver 1732, Kertasura
♀ Mas Ajeng Retnowati
eured: ♂ 2. Susuhunan Pakubuwono I / Pangeran Puger (Raden Mas Drajat)
marvidigezh: 22 C'hwevrer 1719, Kertasura
marvidigezh: 22 C'hwevrer 1719, Kertasura
♂ Raden Tumenggung Suroadiningrat
ganedigezh: Level 1 = putera dari Panembahan Tjokroadiningrat ( Setjoadiningrat ).
eured: ♀ Raden Ayu Galuh , ♂ Raden Ario Mloyokusumo
eured: ♀ Raden Ayu Galuh , ♂ Raden Ario Mloyokusumo
♂ Raden Ario Mloyokusumo
ganedigezh: Level 1 = Putra Panembahan Tjokroadiningrat (Setjoadiningrat)
eured: ♀ Raden Ayu Galuh , ♂ Raden Tumenggung Suroadiningrat
eured: ♀ Raden Ayu Galuh , ♂ Raden Tumenggung Suroadiningrat
♀ Raden Ayu Rame
ganedigezh: Level 1 = Putera ke 1 dari R Groedo / Kyai Adipati Nitiadiningrat + Garwo Padmi (Trah Tjakraadiningrat V - Sampang Madura.
titl: (Isteri ke 1)
eured: ♂ Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) (Raden Notopuro)
eured: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
titl: (Isteri ke 1)
eured: ♂ Raden Panji Tumenggung Tjokronegoro I / Raden Panji Djangrana (Djayengrono) (Raden Notopuro)
eured: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
♀ Putri (1) Ngabei Wangsengsari
ganedigezh: Puteri pertama dari Kyai Ngabei Wangsengsari (putera ke 2 dari R Adipati Panji Tjokronegoro I (Ks.A4/B2/C1/P)
Isteri (2) RT Djoyonegoro, Bupati Banger Probolinggo.
eured: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
eured: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
♀ Raden Ajeng Roekminah / R Ayu Bawoon
ganedigezh: Level 1 = Putera ke 9 dari R Groedo / Kyai Adipati Nitiadiningrat + Garwo Padmi (Trah Tjakraningrat V - Sampang Madura.
eured: ♂ Raden Djoyolelono
eured: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
eured: ♂ Raden Djoyolelono
eured: ♂ Ki Tumenggung Djimat Djoyonegoro
♂ Panembahan Tjokronegoro V
micher: Bupati Wadono di Brang Wetan (Madiun_Blambangan_seluruh pulau Madura)
eured: ♀ Raden Ayu Lor / Ratu Lor Djoyodiningrat
douaridigezh: 1770, Wafat dimakamkan di Pesarean Harmata - Madura
eured: ♀ Raden Ayu Lor / Ratu Lor Djoyodiningrat
douaridigezh: 1770, Wafat dimakamkan di Pesarean Harmata - Madura
♀ Raden Ayu Sepi / Raden Ayu Gremis
ganedigezh: Level 1 = Putera ke 7 dari R Groedo / Kyai Adipati Nitiadiningrat + Garwo Padmi (Trah Tjakraningrat V - Sampang Madura.
eured: ♂ Mas Adipati Djoyodirono II
marvidigezh: Wafat dimakamkan di Pesarean Kromodjayan Bibis (Utara Stasiun KA Semut Surabaya / Plaza Semut, belakang Masjid.
eured: ♂ Mas Adipati Djoyodirono II
marvidigezh: Wafat dimakamkan di Pesarean Kromodjayan Bibis (Utara Stasiun KA Semut Surabaya / Plaza Semut, belakang Masjid.
♂ Raden Trunojoyo / Panembahan Maduretno
ganedigezh: 1649, Madura
eured: ♀ 11. Bendoro Raden Ayu Kaleting Kuning
eured: ♀ Bendoro Raden Ayu Klating Wungu
marvidigezh: 2 Genver 1680, Bantul
eured: ♀ 11. Bendoro Raden Ayu Kaleting Kuning
eured: ♀ Bendoro Raden Ayu Klating Wungu
marvidigezh: 2 Genver 1680, Bantul
♂ Pangeran Panembahan Girilaya ? (Pangeran Adiningkusumah)
ganedigezh: Cirebon
eured: ♀ Nji Raden Ajoe ? (Amangkurat I)
micher: 1649, Cirebon, Sultan Cirebon IV ( 1649 - 1677 ) Catatan : Tinggal di Mataram bersama kedua anaknya : RT Martawijaya dan RT Kartawijaya. Pemerintahan dijalnkan anak ketiganya RT Wangsakerta.
marvidigezh: 1677, Mataram
douaridigezh: 1677, Pasarean Girilaya, Yogyakarta
eured: ♀ Nji Raden Ajoe ? (Amangkurat I)
micher: 1649, Cirebon, Sultan Cirebon IV ( 1649 - 1677 ) Catatan : Tinggal di Mataram bersama kedua anaknya : RT Martawijaya dan RT Kartawijaya. Pemerintahan dijalnkan anak ketiganya RT Wangsakerta.
marvidigezh: 1677, Mataram
douaridigezh: 1677, Pasarean Girilaya, Yogyakarta
♂ Sunan Amangkurat I
ganedigezh: 1646
micher: Sultan Mataram ( 1646 - 1677 )
eured: ♀ Ratu Kulon , ♀ Ratu Wetan
marvidigezh: 1677
micher: Sultan Mataram ( 1646 - 1677 )
eured: ♀ Ratu Kulon , ♀ Ratu Wetan
marvidigezh: 1677
15
(Saudara Ishak /P. Pethak)
-
Adipati Wirahutama IV - Wirasaba Yogjakarta
Amangkurat I (Mataram)
Aria Damar
Azmatkhan
Bagelen
Banten
Bumidirdja
Cakraningrat
Cakraningrat I
HAN dinasti - China
Hadiwidjoyo
Jojogan Tuban
Joko Tingkir
Juru Martani
Kajoran
Kandjeng Pangeran Arja Benawi
Kanjeng Pangeran Danupoyo
Katangan
Kelantan
Ki Ageng Brondong
Ki Ageng Pengging
Ki Bekel
Ki Bimotjili
Kyai Adipati Nitiadiningrat - Pasuruan
Kyai Ageng Ngerang I
Kyai Juru Martani
Lasem
Maguindanao Philipina
Mangkuyudo
Mangun Oneng
Mataram
Nji Sadijah
Nji Saidah
Nn
P. Pekik
Pajajaran
Pajang
Panembahan - Tjokronegoro
Panembahan Tjakraningrat
Patah
Pengging
RM Wiroatmodjo
Ronggolawe
Setjoadiningrat
Setjonegoro
Sindurejo
Sultan Pajang - Joko Tingkir
Sumedang Larang
Sunan Ampel
Suronegoro-Semarang
Tegal Arum
Timuriyyah
Tjakraningrat
Tjokroadiningrat
Wiroguno
tidak diketahui
