1. Maharaja Kumara Radin Mas Ariya di-Gunung [Radin Mas Pamari], who Became Sultan Baki Shah Ibni al-Marhum Sultan Mahmud, Raja of Chermin - Gwezenn klok

Eus Rodovid BR
Den:945977
Ezhomm en deus hor servijer eus kalz loazioù evit diskwel gwezennoù bras. Setu perak ne c'hall gwelout an arvererien dizanv nemet 7 remziad diagentidi ha 7 remziad diskennidi en ur wezenn. Ma vennit gwelout ul lignez a-bezh hep enskrivadur, ouzhpennit an testenn ?showfulltree=yes e dibenn chomlec'h URL ar bajenn-mañ. Mar plij, ne lakait e neblec'h all ebet ul liamm eeun ouzh ur wezenn a-bezh.

Ar wezenn-mañ a vod: 85 tiegezh evit 352 a dud eus 45 lignez. 233 eus an dud-man az a d'ober ar strollad kreiz (diagentidi – den pennañ – diskennidi). Kuzhet eo 18 tiegezh gant 12 a dud.

1
1
2
2
3
3
4
4
Tud-kozh
1. Paduka Sri Sang Tawal, Raja of Lankasuka
titl: 1267 - 1339, Raja of Lankasuka
Tud-kozh
Kerent
Kerent
 
== 7 ==
== 7 ==
Bugale
Syaikh Jumadil Kubro Syarif Makdhum Jamaluddin Akbar (Al Husaini)
ganedigezh: ~ 1310, Malabar-Delhi-India
eured:
eured: Amira Fathimah Binti Amir Husain
marvidigezh: ~ 1453, Wajo, Sulawesi Selatan
Bugale
Bugale-vihan
1. Shaikh Syarief Maulana Maliq Ibrahim
ganedigezh: 1297, Samarqand, Uzbekistan
kouzoumenn: Datang Ke Jawa tahun 1404
enbroerezh: WISATA ZIARAH KE SYEKH MAULANA MAGHRIBI PARANGTRITIS
eured:
eured: 4.3.1.2. Dewi Rasa Wulan
marvidigezh: 1419, Desa Gapurosukolilo-Kota Gresik-Jawa Timur
6. Maulana Muhammad Jumadil Kubra
ganedigezh: 1311, Nasarabad India
9. Syaikh Maulana Wali Islam
ganedigezh: 1317, Nasarabad India
2. Pangeran Pebahar As-Samarqandiy
ganedigezh: 1300, Samarkand, Uzbekistan
3. Fadhal As-Samarqandiy (Sunan Lembayung)
ganedigezh: 1302, Samarkand, Uzbekistan
5. Syekh Yusuf Shiddiq As-Samarqandiy
ganedigezh: 1307, Samarkand, Uzbekistan
12. Siti ‘Aisyah (Putri Ratna Kusuma)
ganedigezh: 1351, Kelantan, Malaysia
18. Syarif Hasan Jumadil Kubra (1)
ganedigezh: 1413, Wajo, Sulawesi Selatan
titl: 1453, Menjadi Syekh Mufti Kesultanan Gowa, bertepatan dengan wafatnya Sayyid Husain Jamaluddin Jumadil Kubra
marvidigezh: 1591, Wajo, Sulawesi Selatan
19. Syaikh Syarief Husain Jumadil Kubra Al-Asghar
ganedigezh: 1443, Wajo, Sulawesi Selatan
Muhammad Syamsudin Tabris Kebungsuan I (Pangeran Handayaningrat)
micher: Pengging, Adipati Pengging bergelar Andayaningrat atau Ki Ageng Pengging I
eured:
14. Syarief Ali Nurul Alam (Patih Arya Gajah Mada II)
ganedigezh: 1402, Chermin, Kelantan
eured:
eured:
titl: 1432 - 1467, Pateh Arya Gajah Mada. Perdana Mantri of Kelantan-Majapahit II
douaridigezh: Pemakaman Gunung Santri - Cilegon - Banten
Bugale-vihan
10
Ki Ageng Kebo Kenongo
ganedigezh: diputus ibunya : 25682
eured: Nyi Ageng Pengging
14.4. Syarif Sulaiman
titl: Raja Baghdad
10
11
Kanjeng Sultan Hadiwijoyo / Joko Tingkir
titl: 1568, Sultan Pajang
marvidigezh: 1582
4.3.1. Raden Ahmad Sahuri / Raden Sahur / Tumenggung Wilwatikta (Adipati Tuban VIII)
eured: Putri Dari Aria Dikara
eured: Dewi Nawangarum
micher: 1419 - 1460, Tuban, Adipati Tuban VIII (Diputus Ayahnya : 772299) Diputus Ayahnya ke NABI SAW : 850544
11.2.2. Dewi Sarah
ganedigezh: 1447, Binti Maulana Ishaq
eured: 4.3.1.1. Sunan Kalijaga
14.1.3. Syarief Arifin
ganedigezh: 1449
6.1.1. Abdurrahman / Joko Tingkir
ganedigezh: Cloning (Beda Generasi)
2. Syekh Abdurakhim
titl: Pangeran Kejaksan
11
12
w Sunan Bonang
ganedigezh: Level 1 = putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila.
Arya Pangiri ? (Sultan Ngawantipura)
eured: Ratu Pembayun
eured: Ratu Pembayun
titl: 1583 - 1586, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Ngawantipura
Pangeran Aryo Benowo / Abdulhalim
titl: Sultan Pajang II
14.1.1.1. Panembahan Maulana Hasanuddin
ganedigezh: 1478, Cirebon
eured: 3.4.1.1.3. Ratu Ayu Kirana
titl: 1552 - 1570, Sultan Banten I
marvidigezh: 1570, Banten
Fachrullah Khan / Faletehan (Fadhillah Khan)
eured: Ratu Winangun / Ratu Winaon
titl: 1568 - 1570, Cirebon, Sultan Cirebon III
marvidigezh: 1570, Cirebon
Pangeran Benawa / Sultan Prabuwijaya (AbdulHalim)
micher: 1582, Adipati Jipang Panolan
titl: 1586 - 1587, Pajang, Sultan Pajang II bergelar Sultan Prabuwijaya
marvidigezh: 1587, Pajang
Kanjeng Pangeran Haryo Sindusono
ganedigezh: Level 1 = Putera; Adalah trah urutan pertama/putera dari (pancer) Kanjeng Sultan Pajang / Joko Tingkir 1568-1582 );
4.1.1.9. Dewi Sarokah
ganedigezh: Cloning karena beda generasi
eured: 4.3.1.1. Sunan Kalijaga
w Pangeran Hariyo Permalat / Pangeran Aryo Pamalad
eured: Ratu Mas Kumelut
micher: 1669 - 1686, Tuban, Adipati Tuban XV / Bupati Mancanegara
Ki Juru Martani / Adipati Mandaraka (Mondoroko I)
ganedigezh: Versi 1 : http://www.jatiningjati.com/2009/08/akan-banyak-orang-yang-tidak-percaya.html Versi 2 : http://kincho-ngerang.blogspot.com/ Versi 3 : http://kiagengmandaraka.blogspot.com/2011/06/saya-pengagum-beliau.html
eured: Ratu Mas Banten
titl: 1601 - 1613, Mataram, Patih Kesultanan Mataram
marvidigezh: 1615
5.1.1.1. Maulana Sayyid Fathahillah / Pangeran Jayakarta I (Pangeran Pasai)
titl: Sultan Cirebon III (1568-1570) Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah, pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. Fatahillah kemudian naik takhta, dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570, dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.
eured: 3.4.1.2. Ratu Pambayun / Nyai Pembaya
eured: Nyai Ratu Ayu
3.4.2. Raden Kusen / Pangeran Pamalekaran (Arya Abdillah)
titl: Adipati Terung, Adipati Terung / Bupati Teterung
4.1.2.1. Jamal Ud-din bin Wan Abul Muzaffar
ganedigezh: Timbalan Raja of Champa. Sometime Datu Kelantan
4.1.2.2. Abdul Hamid Syah / Mustafa
titl: 1578 - 1637, Raja Sri Sarwasadesa and Champa
12
13
8. Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati / Raden Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak)
eured: Dyah Banowati / Kanjeng Ratu Mas Hadi
eured: Ratu Tulungayu
eured:
titl: 1601 - 1613, Kota Gede, Mataram, Sultan Mataram Ke 2 bergelar Sri Susuhunan Adi Prabu Hanyakrawati Senapati-ing-Ngalaga Mataram
marvidigezh: 1613
titl: 1613, "Anumerta Panembahan Seda ing Krapyak"
Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
ganedigezh: Di Desa Brondong – Sedayu Lawas, atau Paciran Lamongan tepi laut utara Jawa. Kiyahi Ageng Brondong memiliki keturunan Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I, Bupati Sidoarjo yang pertama, diambil dari silsilah pangeran Lanang Dangiran Kyai Ageng Brondong kang sumareh ing pesarehan sentono Botoputih Surabaya. Pangeran Lanang Dangiran Kiyahi Ageng Brondong. Kang Sumareh Ing Pesarehan “Sentono Boto Putih” Surabaya Riwayat Hidup Kiyahi Ageng Brondong Botoputih Suroboyo. Konon dituturkan Pangeran Kedawung, disebut juga Sunan Tawangalun adalah raja di Blambangan atau dikatakan juga Bilumbangan. Beliau mempunyai 5 orang anak dan diantaranya ialah pangeran Lanang Dangiran. Diceritakan bahwa Lanang Dangiran pada usia 18 tahun bertapa dilauy dan menghanyutkan dirinya diatas sebuah papan kayu sebuah beronjong (alat penangkap ikan), tanpa makan atau minum, arus air laut dan gelombang membawa Lanang Dangiran hingga dilaut jawa dan akhirnya suatu taufan dan gelombang besar melemparkan Lanang Dangiran dengan beronjongnya dalam keadaan tidak sadar, disebabkan karena berbulan-bulan tidak makan dan minum, dipantai dekat Sedayu. Seluruh badannya telah dilekati oleh karang, keong serta karang-karang (remis) sehingga badan manusia itu seolah-olah ditempeli dengan bakaran jagung yang disebut dengan bahasa jawa “Brondong” Badan Pangeran Lanang Dangiran diketemukan oleh seorang kiyahi yang bernama Kiyahi Kendil Wesi. Pangeran Lanang Dangiran dirawat oleh Kiyahi Kendil Wesi serta istrinya dengan penuh kasih sehingga sadar kembali dan akhirnya menjadi sehat seperti sediakala. Pangeran Lanang Dangiran menceritakan asal-usulnya kepada Kiyahi Kendil Wesi. Setelah Kiyahi Kendil Wesi mendapat keterangan tentang asal usulnya Pangeran Lanang Dangiran, maka diceritakan oleh Kiyahi tadi bahwa ia juga asal keturunan dan raja-raja di Blambangan yang bernama Menak Soemandi dimana beliau masih satu keturunan dengan Lanang Dangiran. Lanang Dangiran tinggal dan kumpul dengan Kiyahi Kendil Wesi, dan dianggap sebagai anaknya kiyahi sendiri. Pangeran Lanang Dangiran memeluk agama Islam, karena rajin dan keteguhan imannya serta keluhuran budinya serta kesucian hatinya, maka tidak lama pula ia dapat tampil kemuka sebagai guru Agama Islam, Pangeran Lanang Dangiran berisitrikan putrid dan Ki Bimotjili dan Panembahan di Cirebon yang asal usulnya dituliskan sebagai berikut : Pangeran Kebumen Bupati Semarang, berisitrikan putrid dan Sultan Bojong, bernama Prabu Widjaja (Djoko Tingkir). Ki Bomotjili adalah salah satu seorang putra dan Pangeran Kebumen tersebut diatas, seorang putri dan Ki Bimotjilimi bersuamikan Pangeran Lanang Dangiran alias Kiyahi Brondong (dimakamkan di Boto Putih). Nama Brondong diperoleh karena ia diketemukan oleh Kiyahi Kendil Wesi badannya dilekati dengan “Brondong” Kiyahi Kendil Wesi yang waspada dan mengetahui nasib seseorang, mengatakan kepada Lanang Dangiran yang sudah mendapat sebutan Kiyahi Brondong dan masyarakat sekitar tempat Kiyahi Kendil Wesi, supaya pergi ke Ampel Dento Suroboyo, dan meluaskan ajaran Agama Islam, karena di Surabaya Kiyahi Brondong kelak akan mendapat kebahagiaan serta turun temurunnya kelak akan timbul dan tambah menjadi orang-orang yang mulya. Kemudian Kiyahi Brondong dengan istrinya dan beberapa anaknya yang masih kecil pergi ke Surabaya dan pada Tahun 1595 menetap diseberang timur kali Pegiri’an, dekat Ampel ialah Dukuh Boto Putih (Batu Putih) ditempat baru inilah Kiyahi Brondong mendapatkan martabat yang tinggi dan masyarakat, karena keluhuran budinya Kiyahi Brondong (pangeran Lanang Dangiran) wafat pada tahun 1638 dalam usia + 70 tahun dan meninggalkan 7 orang anak, diantaranya 2 orang laki-laki yaitu : Honggodjoyo dan Honggowongso. Bupati Sidoarjo yang pertama adalah keturunan dan Honggodjoyo, Kiyahi Ageng Brondong (Pangeran Lanang Dangiran) dikebumikan ditempat kediamannya sendiri di Botoputih Surabaya makamnya dimulyakan oleh putra-putranya dan selanjutnya dihormati oleh turun-turunnya hingga kini. Semoga arwah beliau diterima Allah Swt, dan Allah Swt juga memberikan kepada seluruh keturunannya Kiyahi Ageng Brondong kemulyaan, kesehatan dan kesejahteraan sebagaimana beliau senantiasa mendoakan cucu cicitnya selama hidupnya. Ada hal penting yang anda ketahui bahwa bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sidoarjo, pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo beserta rombongan merupakan agenda rutin berkunjung ke : Pesarean Asri ing Pendem untuk nyekar ke makam Bupati pertama Sidoarjo Raden Tumenggung Panji Tjokronegoro I wafat tahun 1863 Ke Pesarehan keluarga Tjondronegoro (belakang masjid Djamik/ Agung Sidoarjo) nyekar Raden Adipati Aryo Panji Tjondronegoro I wafat tahun 1906 Langsung menuju Pesarehan Boto Putih Surabaya ke makam Raden Tumenggung Adipati Aryo Tjondronegoro II (Kanjeng Djimat Djokomono).
titl: Surabaya, Pangeran Lanang Dangiran / Kyai Ageng Brondong sebagai PANCER = yaitu Leluhur/nenek moyang Trah Kasepuhan & Kanoman Surabaya / sebagai cikal bakal / pakem Sejarah Kasepuan – Kanoman Surabaya, atau Level 1 = Putera ke 2 Pangeran Kedawung ;
eured: Nyai Ageng Brondong
marvidigezh: 1638
Nyai Ageng Brondong
ganedigezh: Sedayu - Lawas / Lamongan, Puteri Ki Bimotjili dari Djungpangkah (Ujungpangka) di Sedayu Lawas Surabaya.
eured: Ki Ageng Brondong / Pangeran Lanang Dangiran
R Harya Tambakbaya
ganedigezh: Level 2 = Cucu; Adalah trah urutan ke 2 dari (pancer) Kanjeng Sultan Pajang / Joko Tingkir 1568-1582 );
Sunan Kudus
ganedigezh: 1400
marvidigezh: 1550
Raden Abdullah Melaka / Raden Aria Putra / Panglima Tok Hitam
ganedigezh: Versi Malaysia
ganedigezh: 1525
14.1.1.1.1. Panembahan Maulana Yusuf
titl: 1570 - 1582, Banten, Sultan Banten II
marvidigezh: 1585
Pangeran Radin
ganedigezh: DIPUTUS AYAHNYA : 26361
4.3.1.1.1. Sunan Muria / Raden Umar Said
eured: 11.3.1.2. Dewi Sujinah
douaridigezh: Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus
4.3.1.1.6. Sunan Hadi / Panembahan Kali
ganedigezh: Pengganti Sunan Kalijaga sebagai Kepala Perdikan Kadilangu.
Pangeran Santri / Kusumadinata I (Raden Solih)
ganedigezh: ~29 Mae 1505
eured: Ratu Pucuk UmuN / Nyi Mas Ratu Inten Dewata (Pangeran Istri)
titl: 21 Here 1530 - 1580, Sumedang Larang, Raja Sumedang Larang Ke 9
marvidigezh: 1580c
Pangeran Dalem
micher: 1700 - 1707, Tuban, Adipati Tuban XVII
2. Panembahan Losari
ganedigezh: 1518
Pangeran Kesatriyan
ganedigezh: 1516
4.1.2.2.1. Ibrahim, who Became Raja Ibrahim bin Sultan 'Abdu'l Hamid Shah
titl: Datu Kelantan 1634-1637
titl: Raja of Champa 1637-1684
13
14
4. Pangeran Arya Martapura / Adipati Martopuro (Raden Mas Wuryah)
ganedigezh: 1605, Kotagede
marvidigezh: 1688, Magelang
11. Gusti Ratu Wirokusumo
ganedigezh: Ing Djipang
Ratu Kulon / Kanjeng Ratu Batang
ganedigezh: Setelah Kanjeng Ratu Kulon (Cirebon) diusir dari Keraton, berubah nama menjadi Kanjeng Ratu Kulon
eured: 1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
ganedigezh: 1593, Kuto Gede - Kesultanan Mataram
eured: Ratu Kulon / Kanjeng Ratu Batang
eured: Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
eured: Mas Ayu Wangen
eured: Mas Ayu Sekar Rini
titl: 1613 - 1645, Mataram, SULTAN MATARAM KE 4 bergelar Panembahan Hanyakrakusuma atau Prabu Pandita Hanyakrakusuma
marvidigezh: 1645, Pajimatan Imogiri
1. Kyai Tumenggung Onggodjoyo I / Kyai Lanang Glangsing (Honggodjoyo / Gentono)
micher: 1678 - 1686, Pasuruan, Adipati Pasuruan
marvidigezh: 1690, Surabaya, Dimakamkan di Pesarean Sentono Botoputih Surabaya
Patih Wiroguno
titl: Kartosuro - Mataram, Patih Kasunanan Kartosuro-Mataram
eured: 5. Nyai Lurah nDalem Wiroguno
5. Nyai Lurah nDalem Wiroguno
ganedigezh: ?, Surabaya, Menurunkan Trah Demang Sutoyudo Peneleh - Suroboyo
eured: Patih Wiroguno
4. Nyai Setro / Astro
ganedigezh: Surabaya, Menurunkan Trah Botoputih Surabaya
3. Nyai Danoe Singopoero
ganedigezh: Menurunkan Trah Singopredaton
7. Nyai Wongsoito / Nyai Wongsosuto
ganedigezh: Menurunkan Trah Tumenggung Setjonegoro, Tjibolang dan Trah Honggosutan / Wongsosutan
Kyai Tumenggung Djangrono I / Kyai Onggowongso (Honggowongso)
ganedigezh: Surabaya, Catatan: >> nama lain : Ki Lembu Amiluhur / ver RB Yasin )
titl: 1670 - 1678, Surabaya, Adipati Surabaya XI
marvidigezh: Kerzu 1678, Surabaya, Gugur di Kediri dalam peperangan, dimakamkan di Pesarean Sentono Boto Putih Surabaya
R Harya Setroboyo I
ganedigezh: Level 3 = Buyut; Adalah trah urutan ke 3 dari (pancer) Kanjeng Sultan Pajang / Joko Tingkir 1568-1582 );
Raden Aryawangsa ? (Wangsa Clan)
ganedigezh: Versi : Malaysia
Kanjeng Ratu Kulon [Gp.1] / Ratu Mas Tinumpak (Ratu Mas Ayu Sakluh)
eured: 1. Sultan Agung / Raden Mas Djatmika (Raden Mas Rangsang)
marvidigezh: 1653, Putri Panembahan Ratu (Sultan Cirebon Ke 4 setelah Sunan Gunung Jati)
Pangeran Pekik
eured: Ratu Pandansari / Ratu Mas Sekar
marvidigezh: 21 C'hwevrer 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Makam Banyusumurup, Imogiri
Ratu Pandansari / Ratu Mas Sekar
eured: Pangeran Pekik
marvidigezh: 21 C'hwevrer 1659, Kotagede Yogyakarta, Dimakamkan di Pajimatan Imogiri
Raden Prasmo (Pangeran Cakraningrat I)
titl: Panembahan Madura I (Tahun 1624 - 1648)
eured: 6. Kanjeng Ratu Mas Sekar
1.1.1.2.1.1. Ki Ageng Penjawi
ganedigezh: Diputus Nomor Silsilah dibawah ini : 70469 769464 705736
14.1.1.1.1.14. Panembahan Sultan Maulana Muhammad Nashruddin
titl: 1585 - 1596, Banten, Sultan Banten III
marvidigezh: 1596, Palembang
Panembahan Ratu I
ganedigezh: 1570, Cirebon
micher: Cirebon, Sultan Cirebon III ( 1589 - 1649 )
marvidigezh: 1649, Cirebon
14
(Saudara Ishak /P. Pethak)
-
Al Hasani
Aria Damar
As-Samarakandi
Azmatkhan
Banten
Basyaiban
Bonang
Brawijaya
Cakraningrat
Demak
Gunung Jati
Hadiwidjoyo
Jailani Clan
Jambi
Joko Tingkir
Juru Martani
Kajoran
Kandjeng Pangeran Arja Benawi
Kasultanan Banten
Kelantan
Ki Ageng Brondong
Ki Ageng Pengging
Ki Bimotjili
Kuningan
Maguindanao Philipina
Majapahit Girindrawardhana
Maulana Ishaq
Ong
Pajang
Pasai
Petak
Ronggolawe
Singasari
Sultan Pajang - Joko Tingkir
Sumedang Larang
Sunan Ampel
Sunda-Galuh
Tuban
Upapatih
Wiroguno
Wretikandayun
Wuragil
al Bagdhdi